Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Batik

Dentingan mesin berpadu Helaian benang bertaut satu Menjadi kain suci nan utuh Sebagai kanvas untuk rupa Warna demi warna Rasa demi rasa Terlukiskan dalam sentuhan Canting yang menawan Lentik jari menari Diatas kain putih Mengukir warisan Karya yang lestari

Rumah Keduaku

Rumah keduaku Agak jauh dari rumah pertamaku Sedikit rumit dan berliku Jalan kaki dan naik bus satu Rumah keduaku Guru, orang tua keduaku Apakah berarti, Teman, saudara keduaku? Rumah keduaku Ada televisi, hanya untuk guru Ada tempat tidur, hanya untuk orang sakit Oh, rumah keduaku

Gerhana

Malam lalu Aku melihat bulan Bersinar tidak seperti biasanya Berwarna putih cemerlang Melainkan berwarna merah Seperti darah dalam nadi Daging dalam delima Amarah dalam hati Keberanian dalam jiwa Untuk menerima kesendirian Dalam gelapnya bayanganmu

Teguran Untuk Insan

Kala itu hari biasa Guru mengajar, siswa menghela Hening diam menyisipi Hanya sesaat ia pergi Aku diam meratapi Menyesap ilmu yang diberi Tiba-tiba ia datang Sebagai teguran pada semua insan Teguran diberi tak seberapa Hanya seguncangan tak berimbas Cukup untuk mengingatkan Insan yang melupakan

Badan Rapuh Hati Baja

Badan Rapuh Hati Baja Tamparan keras kau terima Tendangan demi tendangan kau diamkan Kanan-kiri tubuhmu dihempaskan Kau diam tak melawan Kau tahu hal itu sia-sia Lima dengan satu perbedaan yang besar Semua yang kau balas dikembalikan lagi Serasa perjuangan tiada berarti Hujatan dan pukulan Seperti makanan sehari-hari Baik-baik saja, katamu pelan Meski sekujur badan terasa perih